Minggu, 08 Januari 2012

Anak Lelaki & Pohon Apel ( very touching )

                                 
  Dahulu kala, ada sebuah pohon yang sangat besar.
 
Pohon itu sangat menyayangi seorang anak lelaki. Anak lelaki itu senang mengunjunginya dan bermain bersamanya setiap hari. Dia memanjat pohon itu. Memakan buahnya. Tidur sebentar di bawah rindangnya pohon itu.

  Anak lelaki itu menyayangi pohon apel itu, dan pohon itu sangat senang!
 
Waktu berlalu…

 
Suatu hari anak lelaki itu kembali datang pada pohon itu. Pohon berkata, “Ayo main bersamaku.”

 
“Aku sudah bukan anak kecil lagi, aku tidak bermain di sekitar pohon lagi.” “Aku ingin mainan. Aku butuh uang untuk membelinya.”

 
“Maaf, tapi aku tidak punya uang… Tapi kamu bisa ambil semua buahku dan menjualnya. Jadi, kamu bisa dapat uang.” Anak itu sangat senang. Dia mengambil semua apel yang ada di pohon itu dan pergi meninggalkannya dengan gembira. Pohon itu juga senang.
 
Anak lelaki itu tidak pernah kembali setelah mengambil buah apelnya. Pohon itu sedih.

Suatu hari, anak lelaki yang sekarang sudah menjadi dewasa kembali dan pohon itu sangat senang. “Ayo main bersamaku,” kata si pohon.
“Aku tidak punya waktu untuk bermain. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami butuh rumah untuk tempat tinggal. Bisakah kamu membantuku?”

 
“Maaf, tapi aku tidak punya rumah. Tapi kamu bisa menebang kayuku untuk membangun rumah.”
Maka lelaki itu pun menebang semua cabang pohon itu dan meninggalkannya dengan gembira.  Pohon itu senang melihat pria itu gembira, tapi pria itu tidak pernah kembali lagi semenjak itu. Pohon itu lagi-lagi menjadi kesepian dan sedih.

 
Suatu hari di musim panas, pria itu kembali dan pohon itu menjadi gembira. “Ayo main denganku!” kata si pohon.
 “Aku tidak punya waktu untuk bermain. Aku ingin pergi berlayar dengan perahu agar aku jalan -jalan, tapi aku tidak punya perahu. Bisakah kamu membantuku?”
 “Maaf, tapi aku tidak punya perahu. Tapi kamu bisa menebang kayuku untuk membangunperahu.” Maka pria itu menebang pohon itu untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tidak pernah muncul untuk waktu yang lama.

 
Akhirnya pria itu kembali setelah bertahun-tahun. “Maaf, anakku. Tapi aku tidak punya apa-apa lagi untukmu. Tidak ada lagi apel untukmu…” kata pohon itu. “Tidak apa-apa, aku tidak punya gigi lagi untuk menggigit.” Jawab si pria.

 


 “Aku benar-benar tidak bisa memberimu apapun … satu-satunya yang tersisa hanyalah akarku yang sudah tua.” Pohon itu berkata sambil menangis. “Aku tidak butuh banyak sekarang, hanya sebuah tempat untuk istirahat. Aku lelah dengan perjalanan bertahun-tahun ini. “ Si pria menjawab.
 
“Bagus! Akar pohon tua adalah tempat yang paling enak untuk bersandar dan beristirahat. Ayo, duduk bersamaku dan beristirahatlah.”
Pria tua itu duduk. Si pohon pun senang dan tersenyum sambil menitikkan air mata.

 
Semua orang punya pohon apel di dalam hidupnya. Dan itu adalah orang tua kita!!!
 
Betapa pun sibuknya, luangkan waktu kita untuk bersama orangtua!


Sabtu, 07 Januari 2012

Pembelajaran yang didapat dari Film Kunfu Panda



 Saya ngefans sama ini film, banyak yang didapat dari film ini , Saya harap  dapat mengimplikasikan pada diriku....

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal :

1. The secret to be special is you have to believe you’re special

Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.

Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe


2. Teruslah kejar impianmu

Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri?

Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.


3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.

Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap.

Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway (gurunya) bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah.

Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.


4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri

Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.

Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik.

Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.


5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya.

Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu.


6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu

Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.


7. Keluarga sangatlah penting.

Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Kamis, 05 Januari 2012

Kemarin Aku nonton Infotaimen, intinya ada orang tua artis yang mau dibiayain ma anaknya untuk naik haji gratis, wuih...mantaf, tapi sayang kata orangtuanya mereka belum sanggup pergi haji karena hati dan jiwanya belum sanggup, yach.....sayang banget, di bayarin pergi haji kok gak mau, coba aku yang ditawarin, wuihhhh...aku tidak tidak tidak akan menolaknya.
YA ALLAH Berilah Aku Rezeki mu, agar aku juga bisa pergi Haji   Amin..... 




Rabu, 04 Januari 2012



Ya Allah ya Tuhan, aku Mohon padamu Kabulkanlah Semua Harapanku dan Doaku, Amin..amin amin Ya Robb..

Senin, 02 Januari 2012

iseng kuadrat



Karena Semua kerjaan sudah aku Doning, well.... iseng Kuadrat ku kambuh jadi kaya Autis tingkat Akut
Nah... ne dia yang ga penting pun aku kerjakan, ne hasilna, parah parah....
Ga apalah aku masukin ke Blog aja, dari pada di delete....



Photo My Hubby pun jadi korban, hehehe.....

Minggu, 01 Januari 2012

STUFF I LIKES

Drink a cup of coffemix  make me fell Happy and Powerfull to Beat Days.















Listen some music,Make me Happy too, Lately I've been listening ballad
song.It's so catchy.